Minggu, 13 November 2011

TUGAS 2

SEJARAH BERDIRINYA PT.UNILEVER

PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia. Akta ini disetujui oleh Gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche Courant pada tanggal 9 Januari 1934 Tambahan No. 3.

Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia. Dengan akta no. 92 yang dibuat oleh notaris Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini  disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan No. C2-1.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan di Berita Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998 Tambahan No. 39.
Perusahaan mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya setelah memperoleh persetujuan dari Ketua Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) No. SI-009/PM/E/1981 pada tanggal 16 November 1981.

Pada Rapat Umum Tahunan perusahaan pada tanggal 24 Juni 2003, para pemegang saham menyepakati pemecahan saham, dengan mengurangi nilai nominal saham dari Rp 100 per saham menjadi Rp 10 per saham. Perubahan ini dibuat di hadapan notaris dengan akta No. 46 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 10 Juli 2003 dan disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan keputusan No. C-17533 HT.01.04-TH.2003.

Perusahaan bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh dan produk-produk kosmetik.
Sebagaimana disetujui dalam Rapat Umum Tahunan Perusahaan pada tanggal 13 Juni, 2000, yang dituangkan dalam akta notaris No. 82 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 14 Juni 2000, perusahaan juga bertindak sebagai distributor utama dan memberi jasa-jasa penelitian pemasaran. Akta ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan (dahulu Menteri Kehakiman) Republik Indonesia dengan keputusan No. C-18482HT.01.04-TH.2000.
Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1933.

Perluasan Unilever Indonesia

Pada tanggal 22 November 2000, perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Anugrah Indah Pelangi, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Anugrah Lever (PT AL) yang bergerak di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango, Parkiet dan Sakura dan merk-merk lain atas dasar lisensi perusahaan kepada PT Al.

Pada tanggal 3 Juli 2002, perusahaan mengadakan perjanjian dengan Texchem Resources Berhad, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Technopia Lever yang bergerak di bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk dagang Domestos Nomos. Pada tanggal 7 November 2003, Texchem Resources Berhad mengadakan perjanjian jual beli saham dengan Technopia Singapore Pte. Ltd, yang dalam perjanjian tersebut Texchem Resources Berhad sepakat untuk menjual sahamnya di PT Technopia Lever kepada Technopia Singapore Pte. Ltd.

Dalam Rapat Umum Luar Biasa perusahaan pada tanggal 8 Desember 2003, perusahaan menerima persetujuan dari pemegang saham minoritasnya untuk mengakuisisi saham PT Knorr Indonesia (PT KI) dari Unilever Overseas Holdings Limited (pihak terkait). Akuisisi ini berlaku pada tanggal penandatanganan perjanjian jual beli saham antara perusahaan dan Unilever Overseas Holdings Limited pada tanggal 21 Januari 2004. Pada tanggal 30 Juli 2004, perusahaan digabung dengan PT KI. Penggabungan tersebut dilakukan dengan menggunakan metoda yang sama dengan metoda pengelompokan saham (pooling of interest). Perusahaan merupakan perusahaan yang menerima penggabungan dan setelah penggabungan tersebut PT KI tidak lagi menjadi badan hukum yang terpisah. Penggabungan ini sesuai dengan persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam suratnya No. 740/III/PMA/2004 tertanggal 9 Juli 2004.
Pada tahun 2007, PT Unilever Indonesia Tbk. (Unilever) telah menandatangani perjanjian bersyarat dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (Ultra) sehubungan dengan pengambilalihan industri minuman sari buah melalui pengalihan merek “Buavita” dan “Gogo” dari Ultra ke Unilever. Perjanjian telah terpenuhi dan Unilever dan Ultra telah menyelesaikan transaksi pada bulan Januari 2008.

Kronologi

1920-30    Import oleh van den Bergh, Jurgen and Brothers
1933         Pabrik sabun – Zeepfabrieken NV Lever – Angke, Jakarta
1936         Produksi margarin dan minyak oleh Pabrik van den Bergh NV – Angke, Jakarta
1941         Pabrik komestik – Colibri NV, Surabaya
1942-46    Kendali oleh unilever dihentikan  (Perang Dunia II)
1965-66    Di bawah kendali pemerintah
1967         Kendali usaha kembali ke Unilever berdasarkan undang-undang penanaman modal asing
1981         Go public dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta
1982         Pembangunan pabrik Ellida Gibbs di Rungkut, Surabaya
1988         Pemindahan Pabrik Sabun Mandi dari Colibri ke Pabrik Rungkut, Surabaya
1990         Terjun di bisnis teh
1992         Membuka pabrik es krim
1995         Pembangunan pabrik deterjen dan makanan di Cikarang, Bekasi
1996-98    Penggabungan instalasi produksi – Cikarang, Rungkut
1999         Deterjen Cair NSD – Cikarang
2000         Terjun ke bisnis kecap
2001         Membuka pabrik teh – Cikarang
2002         Membuka pusat distribusi sentral Jakarta
2003         Terjun ke bisnis obat nyamuk bakar
2004         Terjun ke bisnis makanan ringan
2005         Membuka pabrik sampo cair – Cikarang
2008         Terjun ke bisnis minuman sari buah
 

Tujuan & prinsip

Tujuan corporate kami adalah bahwa kesuksesan memerlukan “standar tertinggi dari perilaku corporate terhadap setiap orang yang bekerja dengan kami, komunitas yang kami sentuh dan lingkungan yang terdampak dari pekerjaan kami.”
Tujuan corporate kami adalah bahwa kesuksesan memerlukan “standar tertinggi dari perilaku corporate terhadap setiap orang yang bekerja dengan kami, komunitas yang kami sentuh dan lingkungan yang terdampak dari pekerjaan kami.”

Selalu bekerja dengan integritas

Beroperasi dengan integritas dan rasa hormat pada orang-orang, sentuhan bisnis kami pada organisasi dan lingkungan selalu menjadi pusat dari tanggung jawab corporate kami.

Dampak Positif

Kami bertujuan memberikan dampak positif dengan berbagai cara: melalui brand kami, melalui kegiatan komersial dan hubungan kami, melalui kontribusi sukarela, serta berbagai cara lain dimana kami berhubungan dengan masyarakat.

Komitmen yang berlanjut

Kami juga berkomitmen untuk terus meningkatkan cara dalam menangani dampak lingkungan dan bekerja dengan tujuan jangka panjang kami dalam mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.

Menjalankan aspirasi kami

Tujuan corporate kami telah memberikan aspirasi bagi kami untuk mengelola bisnis. Hal ini diperkuat peraturan kami dalam prinsip-prinsip bisnis yang menjelaskan standar operasional yang diikuti semua karyawan Unilever, dimanapun mereka berada diseluruh dunia. Aturan ini juga mendukung pendekatan kami pada pemerintah serta tanggung jawab corporate.

Bekerja dengan yang lain

Kami ingin bekerja dengan para penyedia sumber daya yang memiliki nilai dan standar yang sama dengan kami dalam bekerja. Peraturan tentang rekanan bisnis, sejalan dengan peraturan prinsip bisnis kami, terdiri dari sepuluh prinsip yang meliputi integritas bisnis dan tanggung jawab yang berhubungan dengan karyawan, konsumen dan lingkungan.

Strategi Pemasaran :
Program pemerintah untuk membatasi penggunaan bahan bakar minyak, diharapkan bisa dimanfaatkan oleh PT. Unilever. Sebagai produk utama PT. Unilever, gas bumi merupakan bahan bakar yang memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan dengan bahan bakar lainnya. Namun demikian bukan berarti PT. Unilever dalam mengelola gas bumi tidak menghadapi kendala. Seperti diketahui perkembangan lingkungan saat ini begitu cepat, persaingan semakin ketat, sehingga hanya perusahaan yang peduli terhadap perubahan lingkunganlah yang akan dapat memenangkan persaingan. Perubahan lingkungan yang dapat menjadi ancaman bagi perusahaan diantaranya adalah dengan terbukanya perdagangan bebas, maka akan banyak peminat dari pihak swasta yang ingin masuk ke bisnis gas bumi. Namun dengan economic of scale yang dimiliki PT. Unilever, diferensiasi service yang diberikan disertai informasi pemasaran yang ada maka diharapkan perusahaan memiliki kekuatan. Bantuan dari pihak ketiga diantaranya Bank Dunia, Bank Exim Jepang, dan Asian Development Bank besar artinya bagi perusahaan. Rencana masa depan perusahaan untuk memperluas jaringan distribusinya diperkirakan bisa menjadi kenyataan dan obsesi PT. Unilever untuk menjadi pengelola gas bumi terbesar di Indonesia bisa tercapai. Penyusunan Tesis ini bertujuan untuk mencari alternatif strategi pemasaran yang tepat bagi perusahaan dengan menggunakan analisis SWOT. Dan hasil analisis diketahui bahwa perusahaan memiliki beberapa keunggulan, diantaranya adalah: 1.Jaringan distribusi yang dimiliki oleh perusahaan. 2.Para pegawai yang sudah berpengalaman dalam distribusi gas. 3.Kualitas produk yang dimiliki.
Di sisi lain perusahaan juga mempunyai kelemahan, diantaranya adalah:
I. Kurangnya promosi yang dilakukan, khususnya pada pelanggan rumah tangga.
2. Lamanya proses untuk menjadi pelanggan.

Dari hasil analisis yang telah dilakukan, maka diperoleh alternatif strategi pemasaran yang dapat dilaksanakan oleh perusahaan, yaitu:
1.Meningkatkan pangsa pasar.
2.Meningkatkan promosi.
3.Pemberian wewenang kepada cabang-cabang.
4.Melakukan kerja sama dengan perusahaan yang memiliki teknologi tinggi.

Sistem Manufaktur dan Produksi
Fungsi manufatur dan produksi bertanggung jawab untuk benar-benar memproduksi barang dan jasa perusahaan. Sistem ini berhubungan dengan perencanaan, pengembangan, dan pemeliharaan fasilitas produksi; menetapkan sasaran produksi; pengadaan, penyimpanan, dan ketersedian bahan produksi; dan penjadwalan peralatan, fasilitas, bahan baku, dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membentuk produk akhir.

Sistem Keuangan dan Akuntansi
Fungsi keuangan bertanggungjawab mengelola aset keuangan perusahaan, seperti uang tunai, saham, obligasi, dan investasi lainnya., untuk memaksimalkan pengembalian atas aset keuangan ini. Fungsi keuanagn juga bertanggungjawab dalam mengelola kapitalisasi perusahaan.
Fungsi akuntansi bertanggung jawab menjaga dan mengelola catatan keuangan perusahaan—penerimaan, pembayaran, depresiasi, penggajian—untuk menghitung arus dana dalam perusahaan. Bagian keuangan dan akuntansi berbagi masalah yang terkait bagaimana menjaga jejak aset keuangan dan arus dana perusahaan.
Sistem informasi keuangan dan akuntansi umumnya yang dapat ditemukan dalam organisasi yang besar. Manajemen senior menggunakan sistem keuangan dan akuntansi untuk menetapkan sasaran investasi jangka panjang untuk perusahaan dan untuk memberi peramalan jangka panjang mengenai kinerja keuangan perusahaan.

Sistem Sumber Daya Manusia
Fungsi sumber daya manusia bertanggung jawab untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan tenaga kerja perusahaan. Sistem Sumber daya manusia mendukung aktivitas seperti mengenali karyawan potensial, menjaga catatan lengkap mengenai karyawn yang ada, dan menciptakan program untuk mengembangkan bakat dan leahlian karyawan.

Sistem Pemrosesan Transaksi
Manajer operasional membutuhkan sistem yang menyimpan catatan aktivitas dasar dan transaksi organisasi, saperti penjualan, penerimaan, penyimpanan kas, penggajian, keputusan kredit, dan arus bahan baku di pabrik. Sebuah sistem pemrosesan transaksi adalah sistem komputerisasi yang menjalankan dan mencatat transaksi rutin harian yang diperlukan untuk menjalankan bisnis, seperti memasukkan pesanan penjualan, pemesana hotel, penggajian, pencatatan karyawan, dan pengiriman.
(SIM) dan Sistem Pendukung Keputusan
SIM menyediakan laporan kinerja terbaru perusahan kepada manajemen tingkat menengah, informasi digunakan untuk mengawas dan mengendalikan bisnis dan memprediksikan kinerja dimasa depan. SIM umumnya memberikan jawaban atas pertanyaan rutin yang telah dikhususkan dari awal dan memiliki prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya untuk menjawabnya.
Sistem pendukung keputusan menunjang perbuatan keputusan yang tidak rutin untuk manajemen tingkat menengah.

Sistem pendukung Eksekutif
Sistem pendukung eksekutif membantu manajemen senior membuat keputusan ini. ESS menangani keputusan tidak rutin yang membutuhkan penilaian, evaluasi dan pendekatan karena tidak terdapat prosedur yang disetujui untuk mencapai solusi. ESS dirancang untuk menggabungkan data tentang kejadian eksternal seperti hukum pajak yang baru atau pesaing. ESS menyajikan grafik dan data dari banyak sumber melalui batasan yang mudah digunakan oleh manajer senior.
 

Sabtu, 08 Oktober 2011

TUGAS 1

SEJARAH BERDIRINYA PT.UNILEVER

PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia. Akta ini disetujui oleh Gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche Courant pada tanggal 9 Januari 1934 Tambahan No. 3.

Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia. Dengan akta no. 92 yang dibuat oleh notaris Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini  disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan No. C2-1.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan di Berita Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998 Tambahan No. 39.
Perusahaan mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya setelah memperoleh persetujuan dari Ketua Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) No. SI-009/PM/E/1981 pada tanggal 16 November 1981.

Pada Rapat Umum Tahunan perusahaan pada tanggal 24 Juni 2003, para pemegang saham menyepakati pemecahan saham, dengan mengurangi nilai nominal saham dari Rp 100 per saham menjadi Rp 10 per saham. Perubahan ini dibuat di hadapan notaris dengan akta No. 46 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 10 Juli 2003 dan disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan keputusan No. C-17533 HT.01.04-TH.2003.

Perusahaan bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh dan produk-produk kosmetik.
Sebagaimana disetujui dalam Rapat Umum Tahunan Perusahaan pada tanggal 13 Juni, 2000, yang dituangkan dalam akta notaris No. 82 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 14 Juni 2000, perusahaan juga bertindak sebagai distributor utama dan memberi jasa-jasa penelitian pemasaran. Akta ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan (dahulu Menteri Kehakiman) Republik Indonesia dengan keputusan No. C-18482HT.01.04-TH.2000.
Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1933.

Perluasan Unilever Indonesia

Pada tanggal 22 November 2000, perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Anugrah Indah Pelangi, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Anugrah Lever (PT AL) yang bergerak di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango, Parkiet dan Sakura dan merk-merk lain atas dasar lisensi perusahaan kepada PT Al.

Pada tanggal 3 Juli 2002, perusahaan mengadakan perjanjian dengan Texchem Resources Berhad, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Technopia Lever yang bergerak di bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk dagang Domestos Nomos. Pada tanggal 7 November 2003, Texchem Resources Berhad mengadakan perjanjian jual beli saham dengan Technopia Singapore Pte. Ltd, yang dalam perjanjian tersebut Texchem Resources Berhad sepakat untuk menjual sahamnya di PT Technopia Lever kepada Technopia Singapore Pte. Ltd.

Dalam Rapat Umum Luar Biasa perusahaan pada tanggal 8 Desember 2003, perusahaan menerima persetujuan dari pemegang saham minoritasnya untuk mengakuisisi saham PT Knorr Indonesia (PT KI) dari Unilever Overseas Holdings Limited (pihak terkait). Akuisisi ini berlaku pada tanggal penandatanganan perjanjian jual beli saham antara perusahaan dan Unilever Overseas Holdings Limited pada tanggal 21 Januari 2004. Pada tanggal 30 Juli 2004, perusahaan digabung dengan PT KI. Penggabungan tersebut dilakukan dengan menggunakan metoda yang sama dengan metoda pengelompokan saham (pooling of interest). Perusahaan merupakan perusahaan yang menerima penggabungan dan setelah penggabungan tersebut PT KI tidak lagi menjadi badan hukum yang terpisah. Penggabungan ini sesuai dengan persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam suratnya No. 740/III/PMA/2004 tertanggal 9 Juli 2004.
Pada tahun 2007, PT Unilever Indonesia Tbk. (Unilever) telah menandatangani perjanjian bersyarat dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (Ultra) sehubungan dengan pengambilalihan industri minuman sari buah melalui pengalihan merek “Buavita” dan “Gogo” dari Ultra ke Unilever. Perjanjian telah terpenuhi dan Unilever dan Ultra telah menyelesaikan transaksi pada bulan Januari 2008.

Kronologi

1920-30    Import oleh van den Bergh, Jurgen and Brothers
1933         Pabrik sabun – Zeepfabrieken NV Lever – Angke, Jakarta
1936         Produksi margarin dan minyak oleh Pabrik van den Bergh NV – Angke, Jakarta
1941         Pabrik komestik – Colibri NV, Surabaya
1942-46    Kendali oleh unilever dihentikan  (Perang Dunia II)
1965-66    Di bawah kendali pemerintah
1967         Kendali usaha kembali ke Unilever berdasarkan undang-undang penanaman modal asing
1981         Go public dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta
1982         Pembangunan pabrik Ellida Gibbs di Rungkut, Surabaya
1988         Pemindahan Pabrik Sabun Mandi dari Colibri ke Pabrik Rungkut, Surabaya
1990         Terjun di bisnis teh
1992         Membuka pabrik es krim
1995         Pembangunan pabrik deterjen dan makanan di Cikarang, Bekasi
1996-98    Penggabungan instalasi produksi – Cikarang, Rungkut
1999         Deterjen Cair NSD – Cikarang
2000         Terjun ke bisnis kecap
2001         Membuka pabrik teh – Cikarang
2002         Membuka pusat distribusi sentral Jakarta
2003         Terjun ke bisnis obat nyamuk bakar
2004         Terjun ke bisnis makanan ringan
2005         Membuka pabrik sampo cair – Cikarang
2008         Terjun ke bisnis minuman sari buah


Referensi : http://www.unilever.co.id/id/aboutus/ourhistory/



SEJARAH BERDIRINYA PT.UNILEVER

Old office 
Pada Rapat Umum Tahunan perusahaan pada tanggal 24 Juni 2003, para pemegang saham menyepakati pemecahan saham, dengan mengurangi nilai nominal saham dari Rp 100 per saham menjadi Rp 10 per saham. Perubahan ini dibuat di hadapan notaris dengan akta No. 46 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 10 Juli 2003 dan disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan keputusan No. C-17533 HT.01.04-TH.2003.

      PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia. Akta ini disetujui oleh Gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche Courant pada tanggal 9 Januari 1934 Tambahan No. 3.

  
Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia. Dengan akta no. 92 yang dibuat oleh notaris Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini  disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan No. C2-1.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan di Berita Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998 Tambahan No. 39.
Perusahaan mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya setelah memperoleh persetujuan dari Ketua Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) No. SI-009/PM/E/1981 pada tanggal 16 November 1981.

Perusahaan bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh dan produk-produk kosmetik.
Sebagaimana disetujui dalam Rapat Umum Tahunan Perusahaan pada tanggal 13 Juni, 2000, yang dituangkan dalam akta notaris No. 82 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 14 Juni 2000, perusahaan juga bertindak sebagai distributor utama dan memberi jasa-jasa penelitian pemasaran. Akta ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan (dahulu Menteri Kehakiman) Republik Indonesia dengan keputusan No. C-18482HT.01.04-TH.2000.
Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1933.

pepsodent print ad 

Perluasan Unilever Indonesia

Pada tanggal 22 November 2000, perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Anugrah Indah Pelangi, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Anugrah Lever (PT AL) yang bergerak di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango, Parkiet dan Sakura dan merk-merk lain atas dasar lisensi perusahaan kepada PT Al.
Pada tanggal 3 Juli 2002, perusahaan mengadakan perjanjian dengan Texchem Resources Berhad, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Technopia Lever yang bergerak di bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk dagang Domestos Nomos. Pada tanggal 7 November 2003, Texchem Resources Berhad mengadakan perjanjian jual beli saham dengan Technopia Singapore Pte. Ltd, yang dalam perjanjian tersebut Texchem Resources Berhad sepakat untuk menjual sahamnya di PT Technopia Lever kepada Technopia Singapore Pte. Ltd.
sunlight print ad
Dalam Rapat Umum Luar Biasa perusahaan pada tanggal 8 Desember 2003, perusahaan menerima persetujuan dari pemegang saham minoritasnya untuk mengakuisisi saham PT Knorr Indonesia (PT KI) dari Unilever Overseas Holdings Limited (pihak terkait). Akuisisi ini berlaku pada tanggal penandatanganan perjanjian jual beli saham antara perusahaan dan Unilever Overseas Holdings Limited pada tanggal 21 Januari 2004. Pada tanggal 30 Juli 2004, perusahaan digabung dengan PT KI. Penggabungan tersebut dilakukan dengan menggunakan metoda yang sama dengan metoda pengelompokan saham (pooling of interest). Perusahaan merupakan perusahaan yang menerima penggabungan dan setelah penggabungan tersebut PT KI tidak lagi menjadi badan hukum yang terpisah. Penggabungan ini sesuai dengan persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam suratnya No. 740/III/PMA/2004 tertanggal 9 Juli 2004.
Pada tahun 2007, PT Unilever Indonesia Tbk. (Unilever) telah menandatangani perjanjian bersyarat dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (Ultra) sehubungan dengan pengambilalihan industri minuman sari buah melalui pengalihan merek “Buavita” dan “Gogo” dari Ultra ke Unilever. Perjanjian telah terpenuhi dan Unilever dan Ultra telah menyelesaikan transaksi pada bulan Januari 2008.

Kronologi

1920-30    Import oleh van den Bergh, Jurgen and Brothers
1933         Pabrik sabun – Zeepfabrieken NV Lever – Angke, Jakarta
1936         Produksi margarin dan minyak oleh Pabrik van den Bergh NV – Angke, Jakarta
1941         Pabrik komestik – Colibri NV, Surabaya
1942-46    Kendali oleh unilever dihentikan  (Perang Dunia II)
1965-66    Di bawah kendali pemerintah
1967         Kendali usaha kembali ke Unilever berdasarkan undang-undang penanaman modal asing
1981         Go public dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta
1982         Pembangunan pabrik Ellida Gibbs di Rungkut, Surabaya
1988         Pemindahan Pabrik Sabun Mandi dari Colibri ke Pabrik Rungkut, Surabaya
1990         Terjun di bisnis teh
1992         Membuka pabrik es krim
1995         Pembangunan pabrik deterjen dan makanan di Cikarang, Bekasi
1996-98    Penggabungan instalasi produksi – Cikarang, Rungkut
1999         Deterjen Cair NSD – Cikarang
2000         Terjun ke bisnis kecap
2001         Membuka pabrik teh – Cikarang
2002         Membuka pusat distribusi sentral Jakarta
2003         Terjun ke bisnis obat nyamuk bakar
2004         Terjun ke bisnis makanan ringan
2005         Membuka pabrik sampo cair – Cikarang
2008         Terjun ke bisnis minuman sari buah

Reference :  http://www.unilever.co.id/id/aboutus/ourhistory/

Kamis, 21 April 2011

Percakapan singkat Antara Seorang Ibu & Anak

* Hati Yang Selalu Bisa Bersyukur.......*

Tetap Tersenyum Memandang Langit... 
  
Sore itu aku bergegas melangkahkan kaki menuju lobby Menara 165. Sedikit terlambat memang dari kesepakatan awal untuk bertemu dengan seorang Bunda. Syukurlah kini telah ada teknologi HP, jadi aku bisa selalu memberitahu posisi. Setelah beberapa saat menyusuri jalan dari gerbang terluar, akhirnya tiba juga didepan pintu lobby. Sejuknya AC segera menyapa tubuh ketika aku masuk ke dalam ruangan. Tak butuh waktu lama untuk melihat Bunda yang sedang duduk menunggu. Kamipun terlibat pembicaraan selama beberapa saat. Hingga akhirnya sebelum pulang, ia mengucapkan beberapa kata yang cukup membuat aku tertegun.. 

“El, ngapain kita kalo berdoa minta macem-macem? Cukup satu aja, maka kamu akan dapet semuanya… mau tau?” tanyanya 
“Apa itu Bunda?” 
“Minta aja ama Allah, supaya kita diberikan hati yang selalu bisa bersyukur…” 
“Bersyukur Bunda?” 
“Iya, karena dengan selalu bersyukur, kejadian apapun yang kita alami, kita akan tetap bisa mensyukurinya, dan akhirnya kitapun bisa melihat hikmah dibalik semuanya..” 

* SEBUAH RENUNGAN TENTANG PRASANGKA *.....!!!!!

Di ruang tunggu sebuah bandara, seorang ibu muda terlihat tengah menunggu pesawat yang akan menerbangkan dirinya. Karena harus menunggu cukup lama, ia memutuskan untuk membeli sebuah buku untuk dibaca. Ia juga membeli sebungkus biskuit, sekadar untuk camilan saat menunggu pesawat tiba.
Ia duduk di ruang tunggu VIP. Sambil bersandar, ia mulai membuka dan
membaca buku yang dipegangnya. Di kursi sebelah, yang hanya dipisahkan oleh sebuah meja kecil yang diatasnya tersaji sebungkus biskuit, dan duduklah seorang pria. Pria tsb terlihat mulai membaca majalah. Ketika ibu muda mengambil sepotong biskuit dari bungkusan yang terletak di atas meja, pria tsb mengambil sepotong juga. Si ibu muda merasa terganggu dengan perbuatan pria tsb, namun ia diam saja.
Ia hanya bergumam: Huh ....menyebalkan! Ingin rasanya kutampar saja mukanya !?
Setiap ibu muda tsb mengambil sepotong biskuit, pria tsb juga melakukan hal yang sama, sambil tersenyum kepada si ibu muda. Perbuatan pria tsb benar-benar mengundang geram si ibu muda.. Namun si ibu muda tidak bereaksi apa-apa, ia hanya menyimpan kedongkolan didalam dada.
Ketika biskuit tersisa satu potong, si ibu muda bergumam: ? Coba saya ingin lihat apa yang akan dilakukannya. ..!?
Kemudian si pria membelah biskuit tsb. Ia mengambil separoh dan
mempersilakan si ibu muda untuk menikmati yang separohnya lagi... Benar-benar keterlaluan .....!
Kini, kekesalan si ibu muda benar-benar memuncak!
Ia segera mengemasi barang-barangnya dan meninggalkan tempat duduk tsb, pindah ke ruang keberangkatan ( boarding ).
Ketika ibu muda duduk didalam pesawat, ia membuka tas jinjingnya untuk
mengambil kacamata.
Betapa terkejutnya dia ...... Ternyata bungkusan biskuit miliknya ada di dalam tas jinjing, masih utuh ...! Ia kini menyesal, ... Dan benar-benar merasa malu!
Ia merasa bersalah.
Ia mengira bahwa biskuit yang dimakan tadi adalah miliknya
.... Ternyata bukan!
Pria tadi membagi biskuit antara dirinya dan si ibu muda tanpa merasa marah, tenganggu atau pun merasa rugi ...

.... Sementara si ibu muda merasakan sebaliknya.
Ia merasa bahwa biskuit tsb adalah miliknya yang telah diserobot oleh pria tsb, dan menyangka betapa si pria tsb telah berbuat kurang ajar kepada dirinya.

ADA TIGA HAL YANG TIDAK DAPAT DIRAIH KEMBALI ...
1. Kata-kata... ...setelah diucapkan..
2. Kesempatan.. . ... setelah berlalu..
3. Waktu... ...setelah beranjak pergi..

Do you understand,,, the impact of communication in the family......?????

Keluarga adalah sebuah ruang, rumah, tempat asal, dan tempat kembali, seseorang dalam kehidupannya. Setiap manusia pasti memiliki keluarga. Bagaimana mungkin seseorang tercipta bagaikan pertunjukan sulap, sim salabim langsung jadi. Manusia pasti melalui proses tertentu hingga ia hadir di dunia.
Keluarga adalah tempat seseorang berasal. Adanya seorang anak tentu terlahir dari seorang ibu yang dibuahi oleh seorang bapak meskipun semuanya tidak lepas dari kekuasaan Tuhan. Setelah ketiganya berkumpul dalam suatu ruang, misalnya rumah, kebersamaan itu dapat dikatakan sebagai sebuah keluarga.

Seberapa Pentingkah Keluarga?
Jika ada pertanyaan itu, jawabannya sangatlah kompleks. Keluarga adalah segalanya, bagian terpenting dari yang penting. Kehadiran temanmaupun jalinan hubungan lain memang dapat menghadirkan kepentingan tertentu. Namun, keluarga adalah sebaik-baiknya tempat kembali. Tak kenal pamrih dan tak berbalas.

Komunikasi dalam Keluarga
Sebagai makhluk sosial, manusia tentu harus berinteraksi dengan sesamanya melalui jalan komunikasi. Komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Namun, yang terpenting adalah dengan bahasa atau tuturan. Dengan bertutur, manusia dapat saling mengenal, memperhatikan, dan mengungkapkan perasaan.
Keluarga adalah kehidupan sosial yang paling kecil. Misalnya, hanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Seharusnya, kehidupan sosial mini ini dapat berlangsung dengan hangat karena jumlah anggota masih sangat sedikit sehingga memungkinkan setiap anggota untuk saling mengenal dan saling mempedulikan.
Komunikasi yang lancar akan menghadirkan suasana hangat dalam keluarga. Tidak ada perselisihan, kesalahpahaman, dan efek-efek buruk lain. Keadaan keluarga yang nyaman akan berpengaruh positif bagi perkembangan mental anak. Guru pertama anak-anak adalah orangtuanya. Apa yang dilakukan orangtua cenderung ditiru anak-anak.

Papa Sibuk, Mama Kerja

Pernah mendengar istilah ini? Inilah situasi “kekeluargaan” kini. Terutama, di kota-kota besar. Anak bahkan tak lagi “mengenal” siapa ayah dan ibunya. Anak cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan pengasuhnya. Anak dibiarkan untuk “dijaga” oleh seseorang yang tak bertalian darah.
Padahal, anak membutuhkan kasih sayang dan perhatian lebih dari kedua orangtuanya. Anak merindukan sentuhan dan sapa lembut ibu. Anak menginginkan nasihat-nasihat dan kebijakan ayah. Namun, dunia kerja dan kemajuan zaman telah menggerus semua itu. Yang lebih penting adalah kerja dan kerja demi “anak dan keluarga”.

Dampak Kurangnya Komunikasi dalam Keluarga

Kurangnya perhatian yang diperoleh anak dari kedua orangtua akan memunculkan berbagai bentuk “perlawanan” yang cenderung merugikan. Anak akan melakukan hal-hal yang berada di luar norma. Alasannya hanya satu, ingin diperhatikan. Namun, jangankan diperhatikan, bertegur sapa dengan orangtua pun jarang. Bahkan, tidak.
Berikut ini beberapa efek negatif akibat kurangnya komunikasi antar keluarga.
·         Keluarga akan diramaikan dengan pertengkaran karena sering terjadi kesalahpahaman mencerna suatu hal.
·         Hubungan antara anak dan orangtua cenderung menjauh.
·         Anak akan melakukan hal-hal negatif sebagai ajang cari perhatian.
·         Anak akan kehilangan rasa hormat dan cenderung takut pada orangtuanya.
·         Memicu pertengkaran suami istri karena saling menyalahkan saat anak melakukan sebuah pelanggaran.
·         Mencetak anak-anak broken home.


#  BAHASA MELAYU MANA YANG LEBIH MAJU...? #

Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa. itulah kehebatan Indonesia. Indonesia memiliki banyak suku bangsa bukan satu suku bangsa. Keragaman suku bangsa ini sudah pasti memberi pengaruh kepada kecerdasan bangsanya dalam berkomunikasi. Bahasa Indonesia memiliki banyak sumber bahasa yang dapat digunakan dan diserap sebagai perbendaharaan kata.

Bahasa Indonesia umpama seorang yang ingin membangun rumah dengan bahan material yang beragam. semua berguna untuk membangun ornamen banguynannya. bahkan tidak ada material yang tidak bergunan. semua dapat dimanfaatkan guna mempercantik bangunan tersebut. mulai dari tiang pancangnya hingga aksesories interior dan eksteriornya. Maka wajarlah jika dahulu kala Nusantara ini terkenal dengan LINGUA FRANCA. Artinya bahasa yang mudah menyerap dan diserap bahkan mudah dipahami oleh setiap orang yang berinteraksi dengannya.

Pewaris dari Lingua Franca ini tidak lain adalah Indonesia dengan Bahasa Indonesia-nya. Indonesialah yang mengembangkan Bahasa Nusantara menjadi lebih intelek dan manis, sehingga dapat memenuhi kebutuhan perubahan zaman dikarenakan perbendaharaannya yang kaya. sementara kita dapat melihat negara tetangga kita (Malaysia) mereka kurang bisa mengembangkan perbendahaan katanya dalam bahasanya menyebabkan merke menelan bulat-bulat bahasa asing yang masing ke dalam bahasanya yang jelas-jelas berasal dari bahasa negara penjajahnya. Ini bukan berarti Indonesia tidak menyerap bahasa asing yang datang dari negara penjajah, memang ada tetapi tidak ia telah mengalami peleburan dalam hal ucapan dan tulisan. Sehingga kata serapannya telah berubah sedikit menjauh dari bahasa yang ada di negeri asalnya.

Bahasa Indonesia telah mengalami kemajuan dalam perkembangannya sehingga menjadi identitas asli bangsa. Bahkan Bahasa Indonesia sangat menghargai kreasi bahasa yang muncul pada setiap masa dan generasi. diawal tahun 80-an kita mengenal bahasa prokem sebagai kreasi dari anak bangsa yang memiliki kode ucapan dan tulisan yang khas dan sebagian telah diadopsi dalam pergaulan sehari-hari. sebagai contoh istilah cabut yang dulu orang hanya mengenal artinya secara denotasinya saja, akan tetapi dengan adanya penggunaan bahasa prokem muncul pengertian konotasi yang lebih spesifik sebagai ungkapan yang berarti pulang atau kembali ke rumah. Contoh lain yang sudah lazim digunakan adalah 'cuek(tidak acuh), Bokap (Bapak), Nyokap (ibu) dll. Demikian pula dimasa sekarang ada istilah kreasi dari anak-anak Indonesia yang kita kenal dengan Bahasa Gaul. Setiap anak Indonesia terkenal dengan kreatifitasnya dalam membuat istilah dalam komunikasi.Ini semua sesungguhnya menambah kekayaan bahasa Indonesia. Begitu juga dalam menyerap bahasa asing baik yang bersal dari bahasa Arab maupun Inggris/Amerika. Penulis pernah mendengar dari beberapa teman bahwa istilah dalam bahasa Amerika saja sampai terpengaruh dengan kreatifitas anak-anak Indonesia, 4-U (for you), to-U (to you) dll. Wallahu 'alam tentang kebenarannya.

Bahasa Malaysia sangat berbeda dengan Bahasa Indonesia. Mereka hanya mampu menyerap bahasa Arab dan Inggris saja. Kenap? karena sumber bahasa asli mereka hanyalah dari bahasa melayu saja. Inilah yang kelak memungkinkan mereka mau tidak mau juga akan menyerap istilah dan bahasa yang berasal dari bahasa Indonesia atau beberapa istilah yang berasal dari suku bangsa di Indonesia. Karena hanya itulah yang akan membantu mereka mengembangkan bahasanya yang bukan berasal dari bahasa Eropa atau Arab. Atau Kelak mereka sendiri akan kehilangan jati diri (identitas) mereka dari segi bahasanya. Sekarang saja sudah kita temui beberapa pengaruh bahasa Indonesia yang di gunakan dan diserap oleh Malaysia. Tidak sedikit para pemuda di sana merasa bangga jika mereka sudah bisa berbicara dengan bahasa gaul ala anak-anak Indonesia (seperti Gua, elo, jaim dll.) Itu pula mungkin yang mendorong mereka mulai mengirim pemudanya untuk belajar ke Indonesia dan secara diam-diam mereka mempelajari bahasa Indonesia selain ada juga yang sengaja mengambil jurusan Bahasa Indonesia di beberapa Perguruan Tinggi.

Pada akhirnya kita juga perlu untuk menghakpatenkan bahasa kita di dunia internasional agar kelak tidak diklaim sebagai bahasa Malaysia sebagaimana hasil budaya bangsa Indonesia lainnya seperti batik, lagu rasa sayange, reog, pendet, rendang dan kuda lumping. Tetapi berapa yang besar modal nominal uang yang harus di keluarkan untuk mengurus hak paten itu ya...? Tetapi jika banyak istilah Indonesia yang diserap oleh Malaysia dalam bahasa mereka sebenarnya secara ilmiah merupakan kemenangan Indonesia dalam mempengaruhi budaya suatu bangsa, sebagaimana keberhasilan Inggris dan Perancis dalam menggantikan pengaruh Islam dengan Bahasa Arabnya di dunia Islam.

Sebagai penutup saya cantumkan komentar dari salah seseorang yang berinisial "A"sebagai berikut:

INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM
MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh (wakakakakkakakka..gak kebayang gw Pak Andi Mattalatta adalah Menteri Tuduh Menuduh)

INDONESIA : Kementerian Agama
MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa ...( oh please...)

INDONESI...A : Angkatan Darat
MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi

INDONESIA : Angkatan Udara
MALAYSIA : Laskar Angin-Angin ( Kaya sandiwara Brama Kumbara )

INDONESIA :'Pasukaaan bubar jalan !!!'
MALAYSIA :'Pasukaaan cerai berai !!!'......Oh my goshhhh)

INDONESIA : Merayap
MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi ( Jangan gila dwoong..)

INDONESIA : rumah sakit bersalin
MALAYSIA : hospital korban lelaki ( bener juga sih....) Ha.........ha.

INDONESIA : telepon selular
MALAYSIA : talipon bimbit

INDONESIA : Pasukan terjung payung
MALAYSIA : Aska begayut (zzzzz........)

INDONESIA : belok kiri, belok kanan
MALAYSIA : pusing kiri, pusing kanan ( Migrant..kaleee )

INDONESIA : Departemen Pertanian
MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam ( yuu marie….)

Boleh tertawa tapi jangat sampai menangis yaaaach.......! semoga tulisan ini bermanfaat untuk memberikan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia. wallohu 'alam.